Rilis 1

Press Rilis 1_ PresCon Film Cinta Suci Zahrana Selasa/7 Agustus 2012

“Keseimbangan hidup dalam Film CINTA SUCI ZAHRANA ?”

Meramaikan bioskop di Tanah Air pada libur Lebaran ini, tepatnya mulai 15 Agustus 2012, Sinemart Pictures meluncurkan film drama religi yang diangkat dari dari novel best-seller karya Habiburrahman El Shirazy berjudul CINTA SUCI ZAHRANA. Ini adalah kali keempat Sinemart memfilmkan karya penulis yang akrab disapa KangAbik ini, dimana sebelumnya telah sukses dengan film “Ketika Cinta Cinta Bertasbih”, “Ketika Cinta Bertasbih 2” dan “Dalam Mihrab Cinta”.

Film ke-21 Sinemart Pictures ini disutradarai oleh sutradara besar Chaerul Umam. “Untuk penggarapan skenario film Cinta Suci Zahrana saya serahkan pada dosen atau guru dari para penulis skenario di Indonesia, yakni pak  H. Misbach Yusa Biran” terang Kang Abik. “Alhamdulillah saya sempat bekerjasama dengan beliau sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya” lanjut kang Abik.

Film berdurasi 108 menit ini berkisah tentang seorang perempuan yang luar biasa bernama Zahrana. Seorang perempuan yang punya ambisi yang tinggi dalam karir akademik, dan dia telah meraihnya. Dia telah menjadi dosen teladan, dan telah meraih penghargaan dari lembaga-lembaga bergengsi di tanah air maupun di dunia. Tetapi ada satu yang dilupakan oleh wanita yang luar biasa ini, bahwa dia lupa perempuan itu juga harus membina kehidupan rumah tangganya. “Saya hadirkan film ini tetap seperti novelnya. Karakternya kita pertahankan, Zahrana, Hasan, dan karakter-karakter lainnya. Karakter-karakter pendukungnya saya ambil dari orang-orang yang sudah jelas kemampuan aktingnya, seperti Amoroso Katamsi, Nena Rosier, Lenny Marlina, El Manik, Sitoresmi Prabuningrat, Rahman Yacob, Cici Tegal dan masih banyak lagi. Lokasinya pun kita ambil sesuai novelnya, dengan lokasi utamanya Semarang. Tetapi untuk ramuan dalam filmnya, saya mengambil lokasi tambahan seperti Bandungan, yang memiliki latar pemandangan yang indah.” Tegas Chaerul Umam.

Demi menyajikan film yang mendekati imajinasi pemirsa, kasting terbuka pun diselenggarakan oleh Sinemart untuk mencari pemeran utama yang benar-benar dekat dan tepat dengan karakter dalam novelnya. Akhirnya terpilihlah Meyda Sefira sebagai pemeran Zahrana, Miller Khan sebagai Hasan, Citra Kirana sebagai Nina, dan Faradina sebagai Lina. Pemeran pemuda lainnya juga Kholidi Asadil Alam sebagai Rachmad.

Secara garis besar, beberapa hal yang ingin disampaikan dalam film ini antara lain adalah : 1) bahwa setiap orang harus menjaga keseimbangan dalam kehidupannya. Berkarir ok, dalam berumah tangga juga ok. 2) Di sini juga saya ingin menyampaikan bahwa Islam ini juga memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk mencari ilmu yang setinggi-tingginya, tidak ada halangan sama sekali. Tetapi juga harus seimbang dengan sisi kehidupan lainnya. 3) Kemudian, sosok yang berilmu juga harus bersifat rendah hati seperti Zahrana, dia tetap tidak rendah diri walaupun sempat harus mengajar di pesantren, yang tadinya dia adalah dosen teladan. 4) Yang berikutnya juga dalam hal memilih pasangan hidup, pilihalah benar-benar pasangan yang soleh ataupun solehah. 5) Juga ada tentang bagaimana kepada orang tua kita harus menghormati. 6) Sifat setia kawan, bagaimana tokoh Lina selalu ada ketika Zahrana membutuhkan dorongan semangat dan bercerita. Sisi-sisi itu yang juga kita tampilkan dalam film ini.

Insyaallah film bergenre drama religi yang diperkuat dengan iringan musik garapan duo Anto Hoed dan Melly Goeslaw ini dapat membawa angin segar di dunia perfilman Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>