Di Balik Layar

Wawancara Di Balik Layar Film Cinta Suci Zahrana

=====================================================

CHAERUL UMAM sebagai SUTRADARA

Film Cinta Suci Zahrana ini bercerita tentang seorang yang penuh dengan ketakwaan, akan nasib yang menimpanya. Dimana dia yakin bahwa dengan ketakwaannya kepada Allah, akan membawa hasil yang gilang gemilang. Dan kenyataannya memang seperti itu. Kisah seorang perempuan yang terlambat menikah karena tergiur akan pendidikan, atas karir. Baru ketika usianya sudah lanjut, ia sadar bahwa sunah rosul harus ia jalankan. Namun karena ia tekun dan tawakal kepada Allah, akhirya ia mendapat anugerah yang gilang gemilang tanpa ia sangka.

Alasan mengapa saya tertarik menggarap film ini adalah karena banyak kejutan yang menarik di dalam ceritanya. Dan juga banyak pelajaran-pelajaran tentang agama, tentang beragama, yang sehari-hari dan kadang-kadang kita lupakan.

Ini film ketiga saya yang saya garap dari cerita karya Habiburrahman El Shirazy. Pada awalnya ada Ketika Cinta Bertasbih 1, Ketika Cinta Bertasbih 2, dan ini Cinta Suci Zahrana.

Yang spesial dari cerita yang disajikan oleh Habiburrahman El Shirazy ini adalah informasi tentang keberagamaan yang sangat kreatif, yang jarang kita dapatkan dalam pelajaran kita sehari-hari.

Sebenarnya, novel Cinta Suci Zahrana inilah yang pertama kali saya baca, dari sekian banyak karyanya Habiburrahman, sebelum Ayat-Ayat Cinta, sebelum Ketika Cinta Bertasbih. Dan cerita inilah yang saya dambakan untuk saya filmkan. Dan Alhamdulillah tercapai.

Tantangan dalam pembuatan film ini adalah dalam pencarian peran yang dapat merepresentasikan tokoh Zahrana ini. Agak sulit memang mencari sosok Zahrana ini, Kita mencari kemana-mana, mengadakan casting terbuka di beberapa kota, sampai akhirnya tidak ada yang melebihi Meyda Sefira untuk memerankan karakter Zahrana ini.

Miller, yang memerankan tokoh Hasan juga kita dapatkan melalui kasting terbuka.

Film Cinta Suci Zahrana ini adalah film yang bergenre drama, drama percintaan, drama keluarga, yang juga diselingi dengan humor.

Film ini saya hadirkan tetap seperti novelnya. Karakternya kita pertahankan, Zahrana, Hasan, dan karakter-karakter lainnya. Dimana karakter-karakter pendukungnya saya ambil dari orang-orang yang sudah jelas kemampuan aktingnya, seperti Amoros Katamsi, Nena Rosier, dan masih banyak lagi. Lokasinya pun kita ambil sesuai novelnya, dengan lokasi utamanya Semarang. Tetapi untuk ramuan dalam filmnya, saya mengambil lokasi tambahan seperti Bandungan, yang memiliki latar pemandangan yang indah. Pencarian lokasi ini juga cukup lama ya, sekitar 1 tahun.

=====================================================

HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY sebagai PENULIS IDE CERITA

Cinta Suci Zahrana ini bercerita tentang seorang perempuan yang luar biasa bernama Zahrana. Seorang perempuan yang punya ambisi yang tinggi dalam karir akademik, dan dia telah meraihnya. Dia telah menjadi dosen teladan, dan dia telah meraih penghargaan dari lembaga-lembaga bergengsi di tanah air maupun di dunia. Tetapi ada satu yang dilupakan oleh wanita yang luar biasa ini, bahwa dia lupa perempuan itu juga harus membina kehidupan rumah tangganya. Jadi tetang fiqih keseimbangan juga. Ini yang kita garap dalam film Cinta Suci Zahrana.

Cinta Suci Zahrana ini awalnya dari sebuah novel. Dengan cerita ini, saya ingin menyuguhkan sesuatu yang fresh, sesuatu yang baru bagi pembaca dan penonton di Indonesia. Saya ingin Zahrana ini sangat dekat dengan imajinasi pembacanya novelnya. Itu yang saya inginkan dalam proses kreatif pembuatan film ini.

Saya berharap film ini mendekati imajinasi pemirsa, apalagi cerita di film ini benar-benar sesuai dengan novelnya.

Untuk penggarapan skenario film Cinta Suci Zahrana saya serahkan pada dosen atau guru dari para penulis skenario di Indonesia, yakni pak  H. Misbach Yusa Biran. Sekarang beliau sudah almarhum.

Di film ini kita sempat mengadakan open casting untuk pencarian pemainnya. Alasan pertama, karena saya ingin mencari pemeran Zahrana yang benar-benar tepat dan dekat dengan karakter Zahrana. Yang kedua karena ada niat saya untuk memberikan kesempatan kepada siapa saja yang punya bakat di bidang acting,  yang punya keinginan untuk juga berdakwah lewat dunia seni peran ini, bisa ambil bagian dalam film Cinta Suci Zahrana. Lebih  kurang itu alasan utamanya. Selain kita juga menginginkan suatu yang gress dalam Cinta Suci Zahrana ini. Dan akhirnya setelah melalui proses yang cukup panjang, saya sangat puas dengan pilihan pemain di sini ya, baik yang dari kalangan artis maupun yang baru.

Tentang lokasi yang kita gunakan untuk syuting menurut saya sudah sekitar 90 % mendekati dari apa yang tertulis dalam novel. Karena kita syuting di Semarang, set kampusnya juga di Semarang. Insyaallah lokasi yang digunakan juga dekat dengan apa yang tertulis di novelnya.

Yang ingin disampaikan dalam film ini antara lain adalah : 1) bahwa setiap orang harus menjaga keseimbangan dalam kehidupannya. Berkarir ok, dalam berumah tangga juga ok. 2) Di sini juga saya ingin menyampaikan bahwa Islam ini juga memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk mencari ilmu yang setinggi-tingginya, tidak ada halangan sama sekali. Tetapi juga harus seimbang dengan sisi kehidupan lainnya. 3) Kemudian, sosok yang berilmu juga harus bersifat rendah hati seperti Zahrana, dia tetap tidak rendah diri walaupun sempat harus mengajar di pesantren, yang tadinya dia adalah dosen teladan. 4) Yang berikutnya juga dalam hal memilih pasangan hidup, pilihalah benar-benar pasangan yang soleh ataupun solehah. 5) Juga ada tentang bagaimana kepada orang tuu kita harus menghormati. 6) Sifat setia kawan, bagaimana tokoh Lina selalu ada ketika Zahrana membutuhkan dorongan semangat dan bercerita. Sisi-sisi itu yang juga kita tampilkan dalam film ini.

Intinya dari awal sampai akhir, kita mencoba menyampaikan pesan-pesan yang semoga dapat membangun bangsa dan Negara tercinta kita Republik Indonesia ini. Dan untuk membangun dunia.

=====================================================

MEYDA SEFIRA berperan sebagai ZAHRANA

Dalam film ini saya berperan sebagai Dewi Zahrana.

Seperti novel-novel kangAbik lainnya, yang dibuat berdasarkan realita yang ada, cerita CINTA SUCI ZAHRANA. Di sini bercerita tentang seorang wanita yang bernama Zahrana, yang mengejar karir dan akademis, sampai dia lupa untuk menjalankan sunah Rosul lainnya yaitu menikah. Begitu sibuknya dia mengejar karir pendidikannya. Akhirnya saat ia tersadar bahwa usianya sudah beranjak jauh, 34 tahun, dan ia sudah terlambar menikah dibandingkan teman-temannya yang lain. Akhirnya ketika ia kembali ke lingkungan keluarganya, dimana ia dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Dan isu itu kembali muncul, dimana lingkungan di sekitarnya dan keluarganya mendesak Zahrana untuk segera menikah. Konflik muncul dalam batin Zahrana, di satu sisi ia ingin sekali menikah walaupun ia sadar waktunya sudah agak terlambat, tapi ia sendiri bingung harus menikah dengan siapa.

Saya melihat sosok Zahrana ini, dia agak sedikit keras kepala. Ini terlihat saat dialog Zahrana dengan ayahnya sepulangnya dari Beijing, dan mendapat penghargaan di bidang akademis. Ayahnya santai saja melihat kesuksesan Zahrana, ia menanyakan mau sampai kapan main-main mengejar pendidikan dan karir. Zahrana dengan santainya menjawab ia nanti saja. Karena menikah belum menjadi prioritas Zahrana.

Tetapi kemudian Zahrana merasa tidak nyaman dengan keadaannya karena tuntutan keluarga dan lingkungannya. Pergolakan bathin Zahrana inilah yangmenarik buat saya. Ia sangat ingin menyenangkan hati orangtuanya untuk segera menikah dan punya anak. Tetapi Zahrana tidak punya calon. Ia bahkan sampai pada tahap pasrah atas siapapun pilihan bapaknya, asal bapaknya tidak kepikiran lagi.

Sosok kangAbik sebagai penulis novel dan ide cerita, menurut saya karyanya selalu menarik ya. Ceritanya juga mudah dicerna oleh kita, baik yang menyukai karya sastra maupun yang tidak. Cerita-ceritanya karyanya membangun jiwa kita. Juga ada pembelajaran ya, dalam cerita ini khususnya, pembelajaran bagi saya dan wanita masa kini lainnya, bahwa menikah juga adalah sebagian perintah agama, jadi jangan sampai dilupakan.

Kendala saya dalam memerankan tokoh Zahrana cukup banyak. Di sini saya harus memerankan tokoh yang usianya lebih dari 10 tahun dari usia saya sebenarnya. Dari segi penampilan, bisa diakali oleh tim make-up dan kostum. Tapi dari sisi psikologis dan emosional, saya juga harus banyak belajar. Bagaimana siy pembawaan seorang wanita matang yang berambisi dalam dunia pendidikan, cukup keras kepala, intelektualitasnya cukup tinggi, dan belum menikah. Cukup berat menurut saya.

Alhamdulillah saya sangat oleh sutradara pak Mamang (Chaerul Umam), banyak sekali koreksi yang beliau berikan kepada saya. Dari segi bagaimana saya harus bersikap kepada mahasiswa, kepada rekan kerja, kepada orang tua, dalam momen tertentu harus bersikap seperti apa. Jadi banyak sekali perubahan yang saya rasakan dalam pendalaman karakter, dibandingkan karakter saya sebelumnya.

Saya bersyukur dengan waktu yang cukup singkat saya bisa bertransformasi menjadi karakter Zahrana. Kebetulan salah satunya karena saya sudah mengenal kru-nya dari 4 tahun lalu, ketika awal saya berkarir dalam film Ketika Cinta Bertasbih. Jadi saya cukup enjoy menjalani syuting dengan karakter saya. Dan beberapa kru juga member masukan kepada saya tentang karakter Zahrana ini.

Adegan yang saya suka dalam film ini cukup banyak, karena banyak yang menguras emosi. Dan saya harap emosi yang ingin disampaikan benar-benar mengena ke pononton. Salah satunya ada adegan saat-saat dimana Zahrana sudah hopeless, ketika ia baru mengetahui bahwa ayahnya terkena penyakit jantung. Selama ini mungkin karena Zahrana terlalu sibuk dengan karir dan pendidikannya, sehingga ia tidak terlalu memperhatikan kondisi ayahnya. Bahwa ternyata ayahnya sudah mulai tua, mulai sakit-sakitan, ada penyempitan di pembuluh darahnya. Nah saat itu Zahrana akhirnya pasrah, apapun yang menjadi keputusan ayahnya, apapun pilihan ayahnya akan Zahrana terima, asalkan ayahnya senang.

Kenapa adegan itu menarik, karena Zahrana yang pada dasarnya tokoh yang keras kepala, mengesampingkan ego dia untuk membahagiakan ayahnya dan ibunya.

Adegan yang menarik di film Cinta Suci Zahrana adalah adegan di saat Zahrana pulang setelah menghadiri konferensi di Beijing, dimana ia mendapat penghargaan bergengsi internasional, di saat itu ia mengharapkan ayahnya gembira menyambut kepulangan dia. Tetapi ternyata yang ia dapatkan malah sebaliknya. Ayahnya itu justru menyindir dia, bahkan cenderung ketus kepada Zahrana, dan mengatakan “sampai kapan sih kamu ma uterus bermain-main dengan gelar kamu itu?”.

Kemudian yang seru juga adalah bagaimana saat Zahrana dilamar oleh berbagai karakter pria. Ada tukang bengkel, kemudian ada satpam, dimana adegan tersebut lucu sekali menurut saya. Bagian yang cukup menyentuh adalah saat Zahrana mengajar di sebuah SMA, dimana disana ia meminta bantuan kiyai untuk membantu dia mencarikan lelaki yang bisa dijadikan suaminya, asalkan soleh dan berilmu, yang kemudian ia dikenalkan dan dijodohkan dengan lelaki tukang kerupuk, meskipun akhirnya ada takdir Allah yang menjadikan Zahrana tidak jadi menikah dengan tukang kerupuk itu.

Kemudian yang menarik juga adalah ketika Zahrana meminta ayahnya untuk memilih siapa pun laki-laki yang disenangi ayahnya, yang bisa membuat ayahnya bahagia.

Juga yang paling menarik adalah ketika Zahrana dilamar oleh mahasiswanya sendiri. Dimana Zahrana tidak pernah sama sekali berpikir bahwa Hasan, mahasiswanya itu menyukai dia. Jadi ketoka Zahrana, sesuai janji Allah ketika ada kesulitan akan ada kemudahan, dimana saat Zahrana begitu berharap jadi menikah dengan tukang kerupuk tersebut ternyata tidak, Allah tenyata menggantikannya dengan yang lebih baik, yaitu Hasan.

=====================================================

MILLER KHAN berperan sebagai HASAN

Film Cinta Suci Zahrana ini menceritakan tentang kehidupan seorang wanita, Zahrana, dimana ia terus mengejar cita-citanya sampai puncaknya, dia tetap mencari ilmu, karena ia tidak mudah puas. Tetapi orang tuanya menginginkan Zahrana untuk mulai mencari suami, mengingat ia dan orang tuanya juga sudah tidak muda lagi.

Di film Cinta Suci Zahrana ini saya berperan sebagai Hasan. Hasan itu adalah mahasiswa yang sekaligus juga pengusaha. Si Hasan ini setiap bertemu Zahrana selalu merasa malu, grogi, selalu salah tingkah. Itu karena dia ada rasa dengan Zahrana, padahal Zahrana adalah dosen pembimbingnya.

Ini film kelima saya. Dan saya senang sekali bisa bermain dalam film ini. Karena film ini diadaptasi dari novelnya kangAbik (Habiburrahman El Shirazy) penulis best seller. Selain itu tokoh Hasan di sini beda dengan peran-peran yang pernah saya mainkan. Tidak mudah juga bagi saya terlibat dalam film ini, karena saya juga mengikuti proses open casting seperti peserta lainnya. Walaupun saya artis Sinemart, dan  karena kecintaan saya yang besar akan dunia acting, saya rela mengikuti prosesnya, dan Alhamdulillah saya akhirnya terpilih membintangi tokoh Hasan ini.

Di film ini, scene yang paling berkesan buat saya adalah scene ending. Kenapa begitu, saksikan saja dalm film Cinta Suci Zahrana.

=====================================================

KHOLIDI ASADIL ALAM berperan sebagai RACHMAD

Setelah saya membaca novelnya, membaca skenarionya, saya melihat bahwa Rachmad ini merupakan tokoh yang cukup penting di film Cinta Suci Zahrana ini. Bahkan bisa dibilang salah satu puncaknya di kehidupan Zahrana ada di tokoh Rachmad ini. Dia tukang kerupuk di salah satu pesantren yang bernama Al Fattah.

Karakternya dingin, mempunyai latar belakang pernah menikah, tapi istrinya meninggal. Jadi fase kehidupannya sudah pada tahap yang pasrah, hanya untuk beribadah. Apa yang Rachmad lakukan, semuanya untuk ibadah. Termasuk jualan kerupuk.

Begitu luar biasanya Rachmad. Dikenal sebagai santri yang soleh dan  bertanggung jawab. Dalam artian, ketika Zahrana datang ke kanjeng Nyai minta dijodohkan, untuk mencari calon suami, langsung kanjeng Nyai menyampaikan “ada santri yang soleh, yang bertanggung jawab, profesinya jualan kerupuk, mau ndak?”. Zahrana sudah dalam fase mapan, baik dalam bidang akademis dan penghasilan, jadi dia tidak keberatan, karena dia mencari suami dengan tidak melihat faktor itu, yang penting soleh.

Jadi langsung diatur ketemu. Adegannya cukup menarik saat itu. Ceritanya Rachmad tidak tahu apa-apa tentang pertemuan itu, dia hanya tahu kalau kiyai menyuruhnya berjualan di kompleks yang bukan rute dia biasanya. Itu adalah kompleks rumah Zahrana. Adegan itu cukup romantis menurut saya, dan penuh misteri. Kenapa bisa begitu, bias dilihat di filmnya. Semoga adegan itu juga bisa menyentuh pemirsa filmnya, seperti bagaimana adegan itu menyentuh saya.

Memerankan karakter ini menarik buat saya, karena baru buat saya. Untuk mendalaminya, saya rajin olahraga karena harus terlihat besar dan kekar. Dan ada permintaan dari sutradara, Chaerul Umam, supaya kulit saya lebih hitam, karena jualan kerupuknya kan naik sepeda, panas-panasan. Sepeda kerupuknya bukan sepeda biasa ya, tetapi sepeda jadul, dan ada kaleng kerupuk besar di sepedanya, perlu tenaga dan jaga keseimbangan untuk mengayuhnya. Seru lah!

Pendapatnya tentang kangAbik :

Menurut saya beliau adalah penulis yang sangat luar biasa. Ketika mendengar namanya saja orang pasti tahu. Saya mengenal beliau saat awal saya bermain di film Ketika Cinta Bertasbih, salah satu film yang diangkat dari karyanya. Menurut saya beliau tidak hanya seorang penulis, tetapi juga seorang guru. Beliau banyak berbagi ke kita tentang ilmu agama. Kalau berbicara dengan beliau, selalu ada ilmu baru yang bisa saya tangkap. Kesederhanaan beliau juga saya kagumi, walaupun novel-novelnya selalu best seller, filmnya pun selalu laris.

Pesan yang ingin disampaikan ke penonton dari film ini :

Ini adalah film saya yang ketiga. Dan saya melihat kelebihan dati film ini adalah, satu gambaran kehidupan seorang perempuan, yang selama hidupnya penuh dengan ego, dalam hal ini di bidang karir dan akademis. Ga salah memang, tetap baik. Dia yang memikirkan masa depannya. Dia anak satu-satunya di keluarganya, dan orang tuanya sudah berharap ingin menimang cucu darinya. Sangat mengkhawatirkan karena ia asik sendiri dengan kesibukannya, cita-citanya. Ternyata ada yang lebih baik, yaitu meneruskan generasi, menikah, menjalankan sunnah rasulullah, menyempurnakan agama. Dimana kemudian dia mulai mencari, menemukan cintanya, tetapi kemudian Allah SWT berkehendak lain.

Jadi singkatnya, bagaimana usaha seorang perempuan yang bernama Zahrana yang berjuang untuk menciptakan keseimbangan dalam hidupnya, untuk seimbang dalam hal karir, akademis, dan juga meneruskan generasi, menyempurnakan agama. Luar biasa.

=====================================================

CITRA KIRANA sebagai NINA

Aku di sini sebagai Nina. Dia saudaranya Hasan. Nina adalah muridnya Zahrana. Dia yang mengenalkan Hasan ke Zahrana, saat Hasan membutuhkan bimbingan dari dosen untuk skripsinya.  Di sini karena hasan sering berdua dengan Nina bila bertemu dengan Zahrana, jadi Zahrana mengira kalau Nina adalah pacar atau teman dekat Hasan.

Kamu biasa main sinetron, kenapa mau terlibat di film ini?

Kebetulan aku sudah baca novelnya, aku suka ceritanya. Terus karya kang Abik juga cukup sukses diterima masyarakat Indonesia, contohnya Ketika Cinta Bertasbih, yang sukses baik film maupun sinetronnya. Nah kebetulan aku sempat main di Sinetron Ketika Cinta Bertasbih, jadi ketika ada open casting di film ini, aku tertarik untuk ikutan dan ingin sekali bergabung di produksi, dan Alhamdulillah terpilih untuk memerankan tokoh Nina. Dan ini adalah film pertama aku.

Dari pandangan kamu sendiri, film ini bercerita tentang apa?

Film ini bercerita tentang kisah seorang wanita yang bernama Zahrana, dimana dia sangat fokus dengan pendidikan dan karirnya. Tetapi dia juga harus mengikuti kemauan orang tuanya untuk menikah.

=====================================================

FARADINA sebagai LINA

Merupakan suatu kebanggaan bagi saya terlibat dalam film ini, karena Cinta Suci Zahrana ini merupakan salah satu dari karya terbaik Habiburrahman El Shirazy.

Ini pengalaman pertama saya terlibat dalam produksi film.

Saya terlibat di film ini awalnya melalui open casting yang diadakan Sinemart. Aku ikut audisinya. Beberapa bulan kemudian aku dipanggil untuk masuk tahap berikutnya, screen test. Alhamdulillah setelah itu aku dikabarkan bermain dalam film ini, berperan sebagai Lina, sahabatnya Zahrana. Aku seneng banget, walaupun awalnya aku ikut open casting untuk dapat berperan sebagai Zahrana.

Lina di sini adalah sahabat dekat Zahrana dari kecil. Setiap hal yang dialami Zahrana selalu Zahrana sampaikan kepada Lina. Lina ini adalah sosok sahabat yang sangat dewasa, sehingga setiap Zahrana cerita ke Lina, Lina selalu berusaha memotivasi Zahrana agar Zahrana bisa lebih baik lagi.

=====================================================

LENNY MARLINA sebagai DR. ZULAIKHA

Saya kan sudah lama ya tidak main film layar lebar, jadi ketika ditawarkan film ini saya cukup tertarik. Apalagi diarahkan oleh sutradara yang sudah cukup saya kenal, pka chaerul Umam, dulu saya pernah kerja bareng di film Om Pasikom. Dan saya juga sudah nyaman sekali kerja bareng dia. Dan belakangan ini saya juga melihat karya beliau baik film  maupun sinetron, cukup menggigit. Apalagi komposisi pemain di sini juga kerjasamanya walaupun beda dengan saya dulu, tetapi semakin seru.

Kira-kira saya sudah lebih dari 15 tahun yan tidak main film. Makanya di sini saya semangat sekali, walaupun syutingnya jauh ya, di semarang, tetapi itu tidak menyurutkan semangat saya. Kebetulan dulu saya juga pernah syuting di daerah Bandungan berbulan-bulan pas awal-awal saya menikah, jadi ya saya senang-senang saja, sekalian rekreasi ya, nostalgia.

Di sini saya berperan sebagai dr. Zulaikha, seorang psikolog. Tidak terlalu besar perannya, tidak terlalu banyak dialog, tetapi cukup penting. Karena dia yang membantu Zahrana melewati masa-masa sulitnya sepeninggalan ayah dan calon suaminya.  Di sini saya juga sebagai ibu dari Hasan, mahasiswa yang mencintai dosennya, dan mewakili anaknya untuk melamar dosennya itu. Cukup menegangkan juga ya karakter ini.

Pendapatnya tentang Habiburrahman El Shirazy :

Siapa siy yang ga tahu Habiburrahman. Tapi saya lebih kenal dengan nama kangAbik ya. Beberapa film dia kan cukup sukses ya, begitu juga dengan buku-buku karangan dia. Dan dia bertangan dingin. Cerita-cerita karangan dia itu simple tapi punya misi. Semoga banyak penulis-penulis yang seperti kangAbik ya, membuat cerita yang cukup simple, mudah dicerna, tetapi tetap punya misi.

Di film ini bagi saya luar biasa, kombinasi kerjasama antara kangAbik dengan Pak Chaerul Umam. Saya sangat senang terlibat di produksi film Cinta Suci Zahrana ini. Semoga come back saya di film ini tidak mengecewakan dan dapat diterima oleh masyarakat.